Innalillahi... Punya Pemimpin Kafir di Jakarta ! Acara Maksiat Didukung, Dzikir di Monas Malah Dipersulit ! >> Inikah Revolusi Mentalnya Jokowi - Ahok ?

Pemprop DKI Persulit Izin Tabligh Akbar ‘Majelis Rasulullah’ di Monas..

Anggota Majelis Syura jamaah dzikir Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa menyatakan bahwa pemerintah propinsi Jakarta mempersulit pemberian izin penyelenggaraan tabligh akbar jamaah mereka di lapangan Monas.

Berikut adalah status Habib Nabil Almusawa, yang merasa ada berbagai hambatan untuk melaksanakan dzikir akbar yang bakal digelar di Monas oleh pengajian jamaah Majelis Rasulullah. Padahal, beberapa tahun lalu Presiden SBY bahkan menyempatkan untuk ikut berdzikir di Monas bersama.

“Mau curhat sedikit tentang acara besar kita di Monas menyambut kedatangan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh hafizhahullahu Ta’ala ‘anhu. Dengan sedih harus saya katakan memang sekarang ini izin untuk acara kita makin dipersulit, sejak sebulan yg lalu kita sudah ajukan permohonan izin tapi berbagai alasan terus kita terima,” terang kakak kandung Habib Mundzir Al Musawa, pendiri jamaah dzikir Majelis Rasulullah.

Ia kemudian menjelaskan kendala perizinan penyelenggaraan dzikir akbar di era pemerintahan propinsi baru (Jokowi-Ahok).

“Pertama, izin harus langsung ke gubernur, maka kru Majelis Rasulullah pun berjuang bolak-balik menjumpai para pembantu gubernur, akhirnya dapat rekomendasi tersebut,” terangnya.

“Tapi tadi ada masalah baru, konon surat gubernur bukan rekomendasi tapi hanya disposisi dan acara di Monas tidak boleh sampai malam, kita katakan, ‘Lha acaranya Jokowi kemarin sampe malam?’ Kata mereka itu lain, sebab dia kan Presiden,” jelasnya.

Pihak Majelis Rasulullah juga harus memilih, jika jamaah Majelis Rasulullah ngadakan acara Muharram ini berarti Maulid nanti tidak boleh lagi, kalau mau mengadakan untuk Maulid maka di Muharram tidak boleh.

“Masya Allah, padahal kita cuma mau berdzikir pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, buat Indonesia dan juga buat Jakarta..,” sesalnya.

Habib Nabiel juga menyatakan akan menemui langsung Ahok agar izin dapat dikeluarkan.
“Kami (Dewan Syuro MR) akan menempuh usaha terakhir yaitu langsung ketemu Gubernur PLT, mohon doanya dari antum semua semoga akhirnya izin bs dikeluarkan..”

Pihak Majelis Rasulullah menyatakan jika izin tetap tidak diberikan, maka lokasi tabligh akbar akan dipindahkan ke tempat yang tidak perlu izin pemeriintah propinsi.

“Kalau nanti masih dipersulit juga maka kita akan mencari alternatif lain, di masjid Istiqlal atau lainnya, sambil mendoakan semoga semua pemimpin kita diberi Hidayah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar bangsa ini tidak diturunkan bencana dari langit karena menghalang-halangi orang dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, Aamiin ya Rabb..” pungkasnya.(dm).



Sumber :
http://news.fimadani.com/read/2014/10/23/pemprop-dki-persulit-izin-tabligh-akbar-majelis-rasulullah-di-monas/
http://www.suaranews.com/2014/10/nasib-punya-pemimpin-kafir-di-jakarta.html
https://www.facebook.com/nabiel.almusawaII/posts/711933818859800?fref=nf


DIMANAKAH RASA KEADILAN ?
RENUNGAN BUAT UMAT ISLAM PENDUKUNG JOKOWI - AHOK !

Kenapa perizinan tabligh akbar seperti ini justru dipersulit, sementara pesta "rakyat" Jokowi sangat dipermudah ? Mengapa Monas tak boleh dipakai hingga malam oleh panitia Tabligh Akbar ? Sedangkan pesta "rakyat" Jokowi ya gitu deh ? (Baca : http://www.gebraknews.com/2014/10/ahok-marah-sampah-numpuk-usai-pesta.html)

Anda selama ini masih ngotot berkata, "Pemimpin itu yang penting kualitasnya, bukan agamanya." Sekarang, semoga Anda mulai sadar bahwa Agama seorang pemimpin sangatlah penting!

Ahok sudah terbukti berkali-kali sebagai pemimpin yan ANTI ISLAM. Sudah demikian banyak kebijakannya yang merugikan umat Islam.

Anda menyebut ini posting SARA ? Justru AHOK Sendiri yang mulai memancing-mancing isu SARA melalui tindakan-tindakannya yang anti Islam !

Saat ini yang terancam adalah agama Islam, bukan jagoan kalian.....apakah kalian masih juga berteriak2 membela jagoan kalian untuk menentang agama yang kalian anut......sadarilah itu....yang kalian bawa mati itu amalan...bukan imbalan... !

Baca juga :
http://duniamuallaf.blogspot.com/2014/10/kita-harus-tahu-kenapa-tolak-ahok.html#more


Revolusi Mental Jokowi Gagal (Lagi), Usai Acara ABG Pesta Miras dan Sampah Berserakan

JAKARTA - Revolusi mental gagal dijalankan Jokowi dan para pengikutnya. Buktinya, usai menghelat pesta Jokowi di Monas, Senin (20/10), bukan hanya sampah yang menumpuk di mana-mana, tapi juga banyak taman di Monas dan sekitarnya yang rusak diinjak-injak. Padahal, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Ahok menjamin taman dan fasilitas publik tidak akan rusak akibat berbagai rangkaian pesta Jokowi.

Musababnya, kata Ahok, aparat keamanan mengerahkan pengamanan berlapis sekaligus untuk menjaga taman-taman yang ada. "Ada Satpol PP, polisi, dan tentara yang menjaga dan memagarkan taman," ujarnya di Balaikota, Kamis (16/10).

Lalu, apa reaksi Ahok ketika tahu jaminannya ternyata tidak punya mutu? Ia ternyata bersikap pasrah. "Ya, kami perbaiki. Ya, gimana lagi? Enggak ada jalan lain," kata Ahok di Balaikota, Selasa ini (21/10).

---

Beda sekali sikap Ahok ketika beberapa taman di Jalan Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Selatan banyak yang rusak akibat aksi demo yang dilakukan massa pendukung Prabowo-Hatta, terkait sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Kosntitusi beberapa waktu lalu. Ahok ketika itu menegaskan akan minta ganti rugi atas kerusakan itu.

“Saya meminta kepada kepala dinas pertamanan dan pemakanan untuk mengirimkan surat kepada penanggung jawab demo kemarin. Kami akan kirim surat kepada mereka untuk menagih mereka ganti,” ujar Ahok, 22 Agustus lampau.

Ia beralasan, kali ini tidak akan memberikan pengecualian. "Karena, ini sudah kedua kalinya, dulu di KPU merusak juga. Makanya, kami suruh kepala dinas taman mengirim surat lengkap dengan foto untuk meminta ganti," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ahok juga menyatakan, ke depannya, orang yang merusak taman dan merusak fasilitas publik akan ditindak pidana. Untuk itu, pihaknya akan lebih banyak lagi memasang kamera pengawas (CCTV) dengan sensor kamera yang lebih canggih.

"Nah, kami lagi mau pasang CCTV yang lebih tajam. Berikutnya orang demo yang merusak itu kami akan deteksi mukanya siapa, sehingga kami bisa memidanakan dia. Sekarang kan kami enggak bisa. Bahkan, orang yang corat coret depan saja kami enggak bisa dapat mukanya siapa kok," ujarnya.

---

Revolusi Mental Gagal (Lagi), Menata Sampah Saja Tak Mampu?

Monas mulai ramai dipenuhi warga sejak pukul 16.00. Banyak yang sengaja berjalan kali demi menghadiri pidato kerakyatan Presiden Joko Widodo.

Alhasil, lalu lintas sekitar Monas menjadi macet luar biasa. Kendaraan hampir tak bergerak di seputar stasiun Gambir. Kondisi diperparah dengan banyaknya sepeda motor yang parkir di trotoar.

"Padahal kalau mereka mengerti revolusi mental, harusnya bisa tertib," kata salah seorang pengunjung dari Tangerang, Luna, Senin (20/10).

Hal ini bertentangan dengan imbauan relawan Jokowi. Salah seorang relawan, Uli Safitri, dalam postingannya di facebook, “Revolusi mental dimulai dari sekarang. Bijak kelola sampah 20 Oktober 2014,” imbuhnya.

Ada empat hal yang harus dilakukan. Pertama pungut, berarti bersihkan lokasi acara dengan memungut sampah di sekitar. Kedua, bawa kantong plastik sendiri untuk menampung sampah yang dipungut. Ketiga letakkan sampah yang sudah dipungut di tempat sampah yang disediakan. Keempat, sebarkan pesan ini.

Yang terjadi di lapangan, imbauan tersebut ternyata diabaikan. Sampah beterbaran dimana – mana seperti dilansir ROL. Masih dari pantauan Republika, selepas konser, beberapa pesertanya pun melakukan 'pesta' miras yang dilakukan di sekitaran Stasiun Gambir. Mereka yang masih usia remaja dilaporkan mengisap rokok dan meminum minuman keras.

Selepas konser, beberapa pesertanya pun melakukan 'pesta' miras yang dilakukan di sekitaran Stasiun Gambir. Mereka yang masih usia remaja dilaporkan mengisap rokok dan meminum minuman keras.

Gelaran pesta yang digelar seharian dengan banyak agenda ini memang diapresiasai oleh banyak kalangan. Namun, sebagai wujud kemajemukan itu sendiri, tak sedikit pula yang mempertanyakannya.

Apalagi pesta ini digelar ketika di belahan Indonesia lain masih banyak terjadi bencana, bahkan dalam waktu yang sama di Sinabung terjadi 38 kali gempa, di sekitaran Banten masih ada yang memakan nasi aking, dan banyak daerah yang harus menerima pemadaman listrik bergilir sehingga mengganggu aktivitas mereka.

Dalam kaca mata keindonesiaan sendiri, presiden-presiden sebelumnya langsung menyusul pelantikan dengan kerja. Bahkan, jika melihat yang dilakukan oleh pendahulu umat Islam ini, mereka yang dilantik selalu menangis, mengucap kalimat tarji' dan aktivitas positif lainnya. [gn/jabir/voa-islam.com]

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/10/21/33499/revolusi-mental-jokowi-gagal-lagi-usai-acara-abg-pesta-miras-dan-sampah-berserakan/

Baca juga :
http://silontong.com/2014/10/21/perayaan-pelantikan-jokowi-undang-azab-ilahi-indonesia-hebat-atau-indonesia-laknat/

Acara pesta pora Perayaan Pelantikan Presiden Jokowi telah berlangsung di Monas Jakarta, Senin malam (20/10). Acara hura hura yang menyebabkan menggunungnya sampah, rusaknya taman, puluhan peserta terluka, kecopetan, pesta miras... semua berlangsung bebas.

Namun mirisnya umat Islam yang akan menyelenggarakan acara di Monas betapa mereka sangat dipersulit. 


INNALILLAHI...
KITA TUNGGU SAJA.. KEBIJAKAN ANTI ISLAM APALAGI YANG AKAN DITERAPKAN KEPADA UMAT ISLAM..

SEMOGA UMAT ISLAM PENDUKUNG JOKOWI - AHOK TERBUKA MATA HATINYA !

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More