[Kisruh Aksi FPI] DPRD DKI: "Kebijakan Anti Islam Ahok-lah Yang Memancing Aksi Masyarakat !">> Inilah Video Bukti Aparat Provokasi FPI !

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menilai Wakil Gubernur Basuki T Purnama turut bertanggungjawab atas kericuhan di depan gedung DPRD DKI siang tadi. Pasalnya, pernyataan dan kebijakan kontroversial wagub yang akrab disapa Ahok itu lah yang memancing masyarakat untuk melakukan aksi anarkis. (Baca : 16 Alasan Umat Islam Menolak Ahok : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/09/24/33036/16-alasan-umat-islam-menolak-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/)

“Jadi yang pertama ini akibat pejabat ngomong sembarangan, kebijakan yang meresahkan. Gak ada yang menyebabkan keresahan, gak mungkin kejadian begini,” kata Taufik di halaman gedung DPRD DKI, Jumat (3/10/2014).

Menurutnya, aksi anarkis seperti hari ini akan terus terulang selama Ahok tidak merubah sikapnya. “Anarkis tidak dibenarkan, tapi jangan lihat anarkisnya saja, beresin akar penyebabnya. Gak ada yang mengakibatkan keresahan, gak kejadian begini,” ujarnya.  Seperti dilansir jpnn.

Seperti diberitakan, aksi anarkis sejumlah ormas Islam itu berawal dari demonstrasi menolak pengangkatan Ahok sebagai gubernur menggantikan Joko Widodo. Ahok dinilai menghalangi umat Islam beribadah dengan mengeluarkan larangan menjual hewan kurban di lokasi fasilitas umum. (jppn/muslimdaily.net)

Ternyata Bentrok Antara Polisi dan FPI Sudah Disetting Oleh Pihak Polisi ?

Aksi unjuk rasa menolak Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) pada Jum’at (03/10/2014) lalu berujung bentrok dengan pihak kepolisian. Seperti sudah “disiapkan” sebelumnya, peristiwa bentrokan antara FPI dan Polisi ini menjadi “santapan empuk” media-media maenstream (kristen-sekuler-liberal), untuk menghantam FPI.

Hanya mengambil satu sumber, yakni dari pihak kepolisian dan tanpa meminta klarifikasi langsung dari pihak FPI, media-media sekuler (anti Islam) langsung menulis judul dan isi berita yang sangat memojokkan FPI, bahkan tidak sedikit yang menggunakan bahasa-bahasa yang kasar.

Salah satu contoh, misalnya media group Kompas, tribunnews.com, yang menulis lima judul berita yang isinya sangat memojokkan FPI, seperti “Biadab, Massa FPI Bakar Halte di Gambir”, “Pimpin Aksi Rusuh FPI, Habib Novel Buronan Polisi”, “Korban Kebiadaban FPI, 5 Polisi Masih Dirawat di RS”, “Bikin Kerusuhan, Partai Gerindra Justru Dukung Aksi FPI”, “Selama Ini Ada Koordinasi FPI-Gerindra”.  

Pihak FPI menduga bahwa bentrokan yang terjadi antara massa FPI dengan pihak kepolisian sudah disetting oleh provokator agar terjadi kerusuhan. Pihak FPI juga membantah dengan keras bahwa pihaknya sudah merencakanan untuk bentrok dengan polisi, dengan menyiapkan batu ataupun senjata. Menurut FPI itu sebuah kebohongan.

Video berikut di bawah ini, akan membuktikan bahwa apa yang difitnahkan oleh media-media liberal yang mengatakan FPI biang rusuh adalah tidak benar.

Dalam Video berikut ini bisa kita lihat, adanya "oknum" aparat yang dengan SENGAJA membuka pagar (gerbang) gedung DPRD DKI.

Ini Bukti Video Aparat Provokasi FPI

Video berikut akan membuktikan bahwa apa yang difitnahkan oleh media-media liberal yang mengatakan FPI biang rusuh adalah tidak benar.

(Link video: https://www.youtube.com/watch?v=aNCNJI0nsXI)

Sebelum gerbang itu dibuka, unjuk rasa masih terkendali, damai dan aman. Namun, setelah gerbang itu dibuka, terjadilah bentrok.

Timbul pertanyaan, pihak keamanan seandainya ingin MENGAMANKAN jalannya demo, mengapa mereka malah membuka pintu gerbang gedung DPRD?

Akibat dibukanya pintu gerbang ini secara SENGAJA, terjadi kontak fisik langsung antara aparat dengan pendemo. Hal inilah yang lalu memantik bentrok.

Seharusnya aparat tetap MENUTUP GERBANG, demi mencegah terjadinya bentrok. Namun sayang, aparat justru melakukan tindakan yang tidak profesional.

Pada menit berikutnya, terekam kamera seorang aparat yang sengaja melakukan PROVOKASI dengan melemparkan benda dari belakang barisan mereka (entah batu atau lainnya) ke arah demonstran.

Dua tindakan ini (Kesengajaan membuka pintu gerbang gedung DPRD dan pelemparan benda ke arah demonstran) adalah bentuk PROVOKASI NYATA.

Ingat, PROVOKATOR tidak melulu harus datang dari pihak pendemo. Bukan tidak mungkin provokator justru bisa menyelinap masuk ke dalam barisan pihak aparat keamanan.

Aparat harus berani BERTINDAK ADIL dan CERMAT. Jika fakta dan bukti telah mengarah ke "oknum" aparat yang melakukan provokasi, jangan segan untuk menyelidiki, menindak dan memberi hukuman. Mari tegakkan keadilan.

Terkait bentrok FPI dengan aparat yang terjadi pada Aksi Tolak Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama alias Zhong Wanzie Jum'at siang kemarin (3/10) di gedung DPRD DKI Jakarta, sangat disayangkan beberapa pihak.

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab turut prihatin dengan peristiwa ini. "Saya sampaikan dengan tulus KEPRIHATINAN yang mendalam atas jatuhnya korban dari Laskar FPI dan POLRI dalam Aksi Tolak AHOK. Semoga kedua belah pihak dirahmati dan diberkahi Allah SWT." pesannya di laman facebooknya.

Seperti biasa, peristiwa ini lalu akan dimanfaatkan oleh media-media liberal untuk "menghantam" FPI tanpa ada kroscek terlebih dahulu. FPI selalu akan diposisikan dan divonis sebagai "Terdakwa" tanpa pengadilan.

Sebagian masyarakat yang tidak tahu duduk permasalahannya lalu akan ikut-ikutan mengecam FPI. Mereka akan tergiring oleh opini dan pemberitaan yang dibuat oleh media-media liberal yang terbukti tidak pernah adil terhadap FPI.

Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/10/07/33249/ternyata-bentrok-antara-polisi-dan-fpi-sudah-disetting-oleh-pihak/
http://www.pkspiyungan.org/2014/10/ini-bukti-video-aparat-provokasi-fpi.html

INILAH 16 ALASAN UMAT ISLAM MENOLAK AHOK !
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/09/24/33036/16-alasan-umat-islam-menolak-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta/


TERTANGKAP KAMERA !! Polisi Provokasi FPI Buat Rusuh !



BEGINILAH NASIB UMAT ISLAM DI INDONESIA...
DI DZALIMI PENGUASA (KRISTEN)... DI DZALIMI MEDIA MASSA KRISTEN DAN 
LIBERAL..





INNALILLAHI...


0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More