GALERI FOTO MUALLAF

Galeri Foto Para Muallaf Dunia..... Para Muallaf Dengan Kesadaran Sendiri Memeluk Agama Islam... Mereka Bahkan Bisa Tampil Lebih Islami Daripada Umat Islam Yang BerIslam Sejak Kecil...

KISAH TELADAN PENUH HIKMAH

Kisah Teladan Penuh Hikmah.... Semoga Bisa Memberikan Inspirasi Buat Kita... Agar Ke Islaman Kita Hari Ini Lebih Baik Daripada Kemarin....

BERITA MUALLAF

Walaupun Orang-Orang Kafir Gencar Menghujat dan Memfitnah, Kebenaran Islam Tidak Bisa Di Tutupi. Perkembangan Islam Di Seluruh Dunia Melebihi Perkembangan Agama-Agama Non Islam. Para Muallaf Memeluk Agama Islam Karena Mereka Mengetahui Kebenaran Islam..

AJAKAN BERDAKWAH DI INTERNET

Setelah saya amati berita di http://id.yahoo.com/, ternyata hampir setiap berita yang di tayangkan Yahoo, selalu ada oknum misionaris/propagandis/orientalis non muslim yang selalu menyerang, menghujat dan menghina agama dan umat Islam.

KRISTENISASI-BUKTI TIDAK TOLERANSINYA KRISTEN

Berbagai Macam Cara Dilakukan Oleh Misionaris Kristen Untuk Memurtadkan Umat Islam, Baik Dengan Cara Yang Halus Maupun Dengan Cara-cara Yang Kasar (Memaksa). Kristenisasi Adalah Bukti Nyata BETAPA TIDAK TOLERASINYA Kristen !

Showing posts with label BERITA MUALLAF INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label BERITA MUALLAF INDONESIA. Show all posts

::: Keluarga Yatim Muallaf ini Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!! :::

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama 9 keluarganya, Ganda Korwa wafat pada Februari 2016. 

Pria asal Timor ini meninggalkan seorang istri, 6 anak yatim dan kedua mertua yang sudah menjadi satu aqidah Islam. 

Kondisi keluarga yatim muallaf ini sangat mengenaskan, serba kekurangan. Hidup ditopang sang kakek yang renta dan sakit-sakitan, mereka tinggal di kontrakan sempit dan kumuh. 

Ayo bantu beasiswa dan modal usaha untuk merajut masa depan Islam dari jiwa-jiwa yatim muallaf ini.

::: Alhamdulillah.. 30 Kepala Suku Papua Berangkat Naik Haji..:::

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima 30 kepala suku yang berasal dari Papua dan Papua Barat yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji. Mereka berangkat atas undangan khusus Kerajaan Arab Saudi.

“Pertama kami dari Papua dan Papua Barat. Pertama adalah bersilaturahmi karena bapak-bapak kepala suku ini selain mewakili Irian juga mewakili Indonesia atas undangan kerajaan Saudi Arabia, melalui Syekh Salman,” kata seorang perwakilan kepala suku, Ustaz Fadlan di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).

::: 30 Kepala Suku Papua Naik Haji Atas Undangan Raja Salman, Buah Dakwah Tak Kenal Lelah Ustadz Fadlan Garamatan :::

Sebanyak 30 kepala suku adat di Papua dan Papua Barat yang dibina ustadz Fadlan Rabbani Garamatan mendapat undangan khusus dari Raja Salman untuk naik haji 1438 H.

Mereka sudah berangkat ke Tanah Suci Sabtu (19/8/2017) diawali dengan silatrurahim dan pamitan ke Wapres JK.

Ini adala buah dakwah dan perjuangan da'i asal Papua, ustadz Fadlan Rabbani Garamatan.

Hampir seluruh jamaah muslim di berbagai mesjid dan perkumpulan pengajian di Indonesia mengenal siapa Ustad Fadlan Rabbani Garamatan. Ustad yang merupakan warga asli Papua ini dikenal karena kegigihannya dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Papua sejak tahun 1980.

::: Mereka Beragama Bukan Dari Warisan >> Ketika Hidayah Menyapa.. Masya Allah..:::

 Mereka Beragama Bukan Dari Warisan


Mereka yang udah pernah merasakan hingar bingar di dunia jahiliah, bahkan diantaranya lagi di puncak ketenaran seperti Berry Saint Loco, kalau Allah sudah berkehendak mereka diberi hidayah, agama yang mungkin dianggap warisan dan gemerlap dunia mereka tinggalkan.

Berry Saint Loco

Vokalis Saint Loco, Berry Manoch menjadi mualaf pada 20 Maret 2015. Beery pun mengganti namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah.

Pertama kali hal itu diungkapkan Berry dalam akun Instagram pribadinya. "Alhamdulillah di lancarkan semuanya hari ini udh resmi jd Muhammad Berry Al Fatah Subhanallah #AwalBaru #HatiBaru #LembaranBaru," tulisnya.

::: Subhanallah.. Kisah Dakwah Ust. Fadlan Garamatan Islamkan Ribuan Rakyat Papua, Walaupun Diancam Pembunuhan Oleh Missionaris Kristen !":::

Berikut sepenggal kisah dan perjuangan yang luar biasa dari ustadz Fadlan Rabbani Garamatan.

Hal yang biasa dalam syiar Islam dan hijrah jika jiwa kita terancam, bukankah syahid di jalan Allah adalah cita - cita kita ?

Masya Allah (artinya: itu terjadi atas kehendak Allah) atas ridho dan ijin Allah Azza Wa Jalla melalui wasilah beliau sudah ribuan Kepala Keluarga saudara - saudari kita dari Papua bersyahadat.

Mari kita semua doakan dan kita dukung Syiar Islam di Papua terutama Mualaf - Mualaf di Papua yang Alhamdulillah sudah ribuan kepala keluarga bersyahadat melalui wasilah team ustadz Fadlan Gamaratan.

::: Subhanallah.. Kisah Kepala Suku Asmat (Senansius Kayimtel) Masuk Islam.. :::

Rabu (15/2) menjelang sore, Terminal Kedatangan 1C Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng nampak ramai. Di antara keramaian itu, saya bersama kawan-kawan santri AFKN bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tamu.

Penyambutan di bandara seperti ini sesungguhnya jarang kami lakukan, kecuali tamu yang datang itu kami anggap istimewa. Terlebih penyambutan sekitar pukul 16.00 WIB itu dilengkapi spanduk dan tim hadrat (tradisi di kalangan umat Islam Nuu Waar).

Untuk Umat Islam : "Mari Kita Bersatu Membina & Melindungi Para Mualaf "

JAKARTA -- Proses pembinaan mualaf membutuhkan kesatuan sikap umat Islam. Ini yang dirasa belum tercapai sehingga pembinaan mualaf terkesan apa adanya.

Pendiri Mualaf Center Indonesia, Indra Wibowo mengungkap di negara lain, semisal Amerika Serikat, proses pembinaan berkembang pesat. Mereka tidak lagi terkendala dana karena banyak yang mau membantu.

::: PAPUA : Subhanallah... Berkat Dakwah Yang Konsisten, Muallaf Papua Semakin Meningkat (Masuk Islamnya Kepala Suku Asmat) :::

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pimpinan Kepala Suku Asmat, Papua, Umar Abdul Kayimter didampingi oleh Ustadz Fadlan Garamatan saat membaca dua kalimat Syahadat di Masjid Darussalam, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19/2).

Acara yang dipimpin oleh ustadz Fadlan Garamatan ini merupakan pengukuwah Islamiyah Kepala Suku Asmat bersama istri dan seorang putranya yang berusia 12 tahun serta pengukuhan kembali pernikahan Kepala suku bersama istrinya secara Islam.

Peng-ukhuwah Islamiyah Kepala Suku Asmat




Info Amal Jariyah : "Ayo Kita Bantu, Pembangunan Pesantren Muallafah."

Assalamu'alaikum ananda..

Pembangunan Pondok Pesantren Muallafah yang sedang berlangsung saat ini dan ditargetkan akan selesai pada awal 2014 merupakan pesantren yang Insya Allah akan menjadi pesantren Muallafah pertama di Indonesia yang menampung para muallafah untuk dapat lebih fokus mengokohkan aqidah serta memahami Islam lebih baik lagi.

Guna terwujudnya program pembangunan yang direncanakan ini, IRENA CENTER membuka rekeningnya bagi para donatur Hamba Allah yang ingin berjihad dengan harta dan mendukung berdiri satu barisan dengan IRENA CENTER dalam upaya membentengi aqidah umat.

Kalimantan Timur : "Alhamdulillah, Muallaf Suku Dayak Terus Bertambah."

Perlahan tapi pasti, berkat adanya dakwah yang istiqamah muallaf Suku Dayak terus bertambah.

Satu per satu suku di pedalaman Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang mayoritas memeluk animisme-dinamisme mulai menyadari Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Utusan Allah.

Maka betapa gembiranya para muallaf ini, khususnya mereka yang berada di Kecamatan Barong Tongkok dan sekitarnya, ketika mendengar kabar bahwa dai kondang mantan rocker Ustadz Hari Moekti bersama tim Badan Wakaf Alquran (BWA) datang ke Pondok Pesantren As Salam, Kampung Aryakemuning, Barong Tongkok, untuk tabligh akbar dan menyalurkan Alquran wakaf.

“Warga antusias, bahkan ada yang satu hari satu malam jalan kaki dan naik perahu di sungai, naik ojek untuk mendapatkan Alquran dan mendengarkan tabligh akbar,” ujar Kang Hari, sapaan akrab Hari Moekti.

Gunung Semeru : Untuk Air Wudhu, Mualaf di Lereng Gunung Semeru Berjalan Kaki 2 Kilometer.

Di pagi buta, sekitar pukul 03.00, warga dusun Pusung Duwur desa Argosari yang baru saja memeluk Islam itu harus menempuh perjalanan kaki sejauh 2 kilometer untuk mendapatkan air.

Dusun Pusung Duwur merupakan salah satu dari empat dusun di Desa Argosari yang warganya mayoritas beragama Hindu, terletak di lereng Gunung Semeru, Jawa Timur.

Sebagian warganya kemudian ada yang masuk Islam setelah bersentuhan dengan dakwah.


Nuu Waar (Irian Jaya) : 130 Kepala Suku Nuu Waar Berangkat Umroh

Guna menguatkan keislaman sekaligus memberikan semangat menyebarkan dakwah Islam di bumi Nuu Waar, sekitar 130 orang kepala suku dari Nuu Waar akan menunaikan ibadah umroh, medio April 2013.

Kepala-kepala suku dari berbagai kabupaten, baik Papua maupun Papua Barat (Nuu Waar) ini akan berangkat secara bertahap.

Ibadah umroh para kepala suku ini diprakarsai oleh Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Pusat.

Pontianak : Empat "Laskar" Muallaf Dayak Menggantung Asa

SIANG itu, Febri dan ke tiga temannya – Gunawan, Yandi, dan Baihaqi-- bermain kejar-kejaran di pelataran sebuah masjid milik Yayasan Uswatun Hasanah, Pontianak Kalimantan Barat.

Usai pulang sekolah, ke empat sekawan asli suku Dayak ini selalu menghabiskan waktu barang setengah jam untuk menunggu waktu shalat zuhur. 

“Ayo kejar saya sampai dapat!” teriak Febri yang kini duduk di kelas 6 ini nya kepada teman-temannya. 

Mendengar tantangan itu, andrenalin Yandi membuncah. Dengan sekuat tenaga, dikejarnya Febri.  Begitulah mereka bergembira bermain hingga berhenti ketika azan shubuh kurang 15 menit. 

Tanpa dikomando, mereka mengambil handuk dan sabun mandi. Setelah azan berkumandang, mereka telah siap dengan pakaian shalat. 

Rutinitas harian ini boleh dibilang belum lama dikerjakan mereka. Setidaknya, sejak sekitar tiga tahun terakhir ketika mereka tinggal di yayasan ini. 

Sebelum ini, mereka tinggal di Bengkayang, Kalimantan Barat. Kedua orangtua mereka asli keturunan Dayak dan taat beragama Kristen Khatolik. Bahkan, hampir seluruh kelurga mereka Kristen. Anehnya, keluarga mereka justru yang mengirimkan ke yayasan milik Pesantren Hidayatullah Pontianak.  

“Saya enggak tahu alasan bapak mengirim saya ke sini,” kata Baihaqi yang sebelumnya bernama Andrianos ini. 

Menurut bocah berambut lurus ini, ketika ayahnya mengantarkannya ke yayasan, ia hanya bilang, “Andrianos, masuklah kau ke Yayasan Uswatun Hasanah. Sekolah yang benar hingga setinggi mungkin.” 

Bahkan orangtuanya tidak mempersalahkan masuk Islam. 

“Orangtua saya setuju, bahkan mendukung,” tuturnya.

Padahal, menurut siswa kelas 5 SD ini, orangtuanya termasuk penganut Krsiten yang taat.
“Kalau Natal, orangtua kerap menyuruh pulang. Tapi saya berusaha untuk nolak makan yang dalam Islam diharamkan. Alhamdulillah, mereka tidak mempermasalahkannya,” terangnya. 

Sejak tinggal di Pesantren, Baihaqi merasakan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Ia tinggal bersama teman-teman Muslim dari berbagai daerah. Ia pun harus mengikuti ritme kehidupan di tempat barunya. Seperti shalat, mengaji, dan taklim. Kendati begitu, tapi baginya sungguh menyenangkan. 

“Saya merasakan hari-hari saya di sini begitu menggembirakan,” terangnya. 

Kini, tidak saja bahagia di tempat barunya itu, tapi juga sedikit banyak tahu tentang Islam. Bahkan, ia telah hafal beberapa surah dari juz ke-30. Kelak, jika sudah besar, bocah yang pendiam ini bercita-cita ingin menjadi kiai.
“Saya mau menjadi kiai, belajar ke tanah Jawa,” harapnya.

Setali tiga uang dengan Febri, bocah lincah asal Melabuh, Bengkayang, Kalbar ini berasal dari keluarga Kristen yang taat. Namun, yang tidak dimengerti Febri, orangtuanya justru mengirimkannya ke Yayasan tersebut. 

“Entah, saya hanya disuruh bapak ke sini. Saya ya nurut-nurut saja,” ujarnya.

Tapi, yang Febri tahu, ketika mengirimkannya ke tempat itu, ia hanya disuruh belajar dengan serius hingga setinggi mungkin. Bocah yang suka main bola ini, kini suka pandai mengaji iqra'. Sama dengan Baihaqi, ia juga sangat bahagia bisa tinggal bersama-sama teman muslim lainnya. Kelak, ketika besar, bocah berkulit coklat ini ingin menjadi pemain sepak bola. 

“Maunya sih jadi pesebak bola, tapi yang shaleh,” ujarnya sambil tertawa. 

Selain Febri dan Baihaqi, Yandi dan Gunawan juga sama-sama berasal dari Bengkayang, Kalbar. Mereka berasal dari satu desa dan kedua orangtua mereka termasuk Kristen. Jadi, ketika berada di Yayasan, mereka sudah sangat akrab dan selalu menghabiskan waktu bersama. Yandi, bocah berusia 10 tahun ini sudah bisa shalat dan mengaji. Begitu juga Gunawan yang telah tinggal tiga tahun telah hafalan surah-surah pendek. 

Setiap hari, ke empat bocah ini selalu menghabiskan waktu bersam-sama. Bermain, shalat, mengaji, dan makan. Mereka juga punya cita-cita yang tinggi. Dari Yayasan itu, mereka sedang mengukirnya. 

InsyaAllah, saya ingi cita-citaku terwujud di masa depan,” ujar Baihaqi.* 

Rep: Syaiful Anshor
Red: Cholis Akbar


Sumber : http://hidayatullah.com


Info Amal Jariyah :


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More