GALERI FOTO MUALLAF

Galeri Foto Para Muallaf Dunia..... Para Muallaf Dengan Kesadaran Sendiri Memeluk Agama Islam... Mereka Bahkan Bisa Tampil Lebih Islami Daripada Umat Islam Yang BerIslam Sejak Kecil...

KISAH TELADAN PENUH HIKMAH

Kisah Teladan Penuh Hikmah.... Semoga Bisa Memberikan Inspirasi Buat Kita... Agar Ke Islaman Kita Hari Ini Lebih Baik Daripada Kemarin....

BERITA MUALLAF

Walaupun Orang-Orang Kafir Gencar Menghujat dan Memfitnah, Kebenaran Islam Tidak Bisa Di Tutupi. Perkembangan Islam Di Seluruh Dunia Melebihi Perkembangan Agama-Agama Non Islam. Para Muallaf Memeluk Agama Islam Karena Mereka Mengetahui Kebenaran Islam..

AJAKAN BERDAKWAH DI INTERNET

Setelah saya amati berita di http://id.yahoo.com/, ternyata hampir setiap berita yang di tayangkan Yahoo, selalu ada oknum misionaris/propagandis/orientalis non muslim yang selalu menyerang, menghujat dan menghina agama dan umat Islam.

KRISTENISASI-BUKTI TIDAK TOLERANSINYA KRISTEN

Berbagai Macam Cara Dilakukan Oleh Misionaris Kristen Untuk Memurtadkan Umat Islam, Baik Dengan Cara Yang Halus Maupun Dengan Cara-cara Yang Kasar (Memaksa). Kristenisasi Adalah Bukti Nyata BETAPA TIDAK TOLERASINYA Kristen !

Showing posts with label KATHOLIK. Show all posts
Showing posts with label KATHOLIK. Show all posts

::: Imam Wasim Kempson, Mualaf yang Jadi Ulama Ternama Inggris :::

Imam Wasim Kempson -hafidzahullah-, salah satu ulama terkenal Inggris. Kisah hidup beliau ajaib dan begitu menarik.

Bermula dari menyandang status agama "Katolik", namun Allah berkehendak lain dan menjadikan beliau muallaf kemudian menjadi dai besar di Inggris. Beliau alumni Jami'ah Islamiyyah Madinah (UIM).

Sheikh Wasim Kempson lahir di London, ibunya dari Irlandia sedangkan ayahnya orang Inggris. Keluarganya adalah salah satu penganut murni konservatif dan katolik.

::: Luar Biasa Cara Allah Meruntuhkan Kesombongan Daniel : "Masuk Islam Setelah Membandingkan Al Qur'an VS Injil !" :::

by: Hanny Kristianto
(Mantan Penginjil, Sekjen Mualaf Center Indonesia)

Luar biasa cara Allah meruntuhkan kesombongan Daniel (foto atas), seorang sarjana S2 komunikasi direksi perusahaan TI Internasional hingga akhirnya menerima hidayah Allah Subhanahu wa Ta'ala..

Berawal dari merasa ada yang kurang pas dalam agama sebelumnya (Katholik), Daniel mengikuti forum dialog antar agama, tetapi fakta al islamu mahjubun bil muslimin (Kebenaran Islam dikaburkan oleh pemeluknya sendiri) membuat Daniel semakin menjauh dari Islam, bahkan sampai-sampai kalau mendengar suara adzan di radio / televisi pasti beliau matikan..

::: Awalnya Sangat Membenci Islam, Pemuda Katolik (Ferry Rosemarrie) Ini Bersyahadat Setelah Mempelajari Islam.. Masya Allah..:::

Pemuda Katolik ini bernama Ferry Rosemarrie dan kemudian mengganti namanya menjadi Firdaus Ahmad setelah memutuskan diri mengucapkan ikrar syahadat dan memeluk Islam.

Ferry lahir di Malang Jawa Timur 32 tahun yang lalu dan saat ini menetap di Bali.

Pada awalnya Ferry sangat benci terhadap Islam karena ia beranggapan bahwa Islam itu identik dengan teroris, radikal dan lainnya namun setelah dipelajarinya justru tidak seperti itu. Hingga akhirnya hidayah Allah datang melalui lagu TOMBO ATI yang dinyanyikan oleh Opick.

Dirk Walter Mosig, Masuk Islam Setelah Membaca Al Qur'an : "Membaca Al Qur'an Seperti Berkomunikasi Dengan Tuhan."

MASUK ISLAM SETELAH MEMBACA ALQURAN

Al-Quran tidak seperti kitab suci lain. Bahasa dalam Al-Quran memperlihatkan adanya komunikasi antara Tuhan dengan ciptaan-Nya. Karena itu, setiap muslim harus membaca dan merenungkan isinya.

Demikian kesan yang diperoleh Dirk Walter Mosig setelah dirinya menemukan Islam dalam Al-Quran. Proses itu sendiri terjadi saat ia mempelajari Al-Quran terjemahan bahasa Spanyol.

Dirk lahir dan besar di keluarga Kristen Katolik. Ia lahir ketika Perang Dunia II tengah berkecamuk. Pada tahun 1943, keluarganya memutuskan untuk mengungsi ke Spanyol. Lima tahun kemudian, keluarganya memutuskan pindah ke Argentina. Di sana, ia menetap selama 15 tahun. “Di Argentina, saya menempuh pendidikan menengah di sekolah Katolik Roma “La Salle” di Cordoba,” kenang Dirk.

::: Empat Pertanyaan Hendri Tyas Waluyo Sebelum Memilih Islam :::

TANGERANG - Ketika aku sedang serius menggeluti pencarian kebenaran ini, datanglah seorang teman yang kebetulan adalah seorang Muslim.

Ia datang dan membawa Alquran lengkap dengan terjemahannya. Ia memintaku untuk membaca terjemahan isi Alquran agar aku lebih memahami Islam dari aspek kitab sucinya.

Aku pun mulai berpikir terbuka. Semua hal yang berhubungan dengan Islam atau Saksi Yahuwa aku kumpulkan dan aku baca serta aku renungkan, hingga hati kecilku meyakini dan membenarkan akan ajaran Islam.

Hanya saja saat itu aku belum berikrar masuk Islam karena baru sebatas mengetahui bahwa Islam mengajarkan hal yang benar, saat itu tahun 2008.

Pada tahun 2009 aku pergi meninggalkan Bogor. Kota dengan julukan Kota Hujan ini ternyata tidak cocok bagi orang sepertiku. Aku harus pergi karena pekerjaan yang kulakukan di sana banyak berhubungan dengan dunia yang semu ini. Kemudian aku berpikir untuk pindah ke Cisalak.

::: Schwannedgard Menjadi Muallaf Karena Doktrin Trinitas : "Trinitas Membingungkan !" :::

Memiliki ayah yang beragama Islam dan ibu yang beragama Katolik membuat Schwannedgard belajar banyak mengenai agama.

Sejak kecil ia memang memeluk agama Katolik, namun ia juga diajarkan tentang Islam oleh ayahnya.

“Saya dibesarkan dalam kultur 2 agama, Islam dan Katolik. Waktu kecil saya sering ke gereja bersama Mama, karena Mama adalah seorang penganut agama Katolik yang taat."

Saya rajin hadir di Sekolah Minggu. Tapi saya juga sering pergi ke masjid bersama Papa, terlebih pada hari Jumat saat Papa melaksanakan ibadah sholat Jumat. 

Semula Sangat Membenci Islam, Setelah Membandingkan Al Qur'an VS Injil Akhirnya YANG MEI SIU (Diana) Mendapat Hidayah : "Tuhan Itu Satu, Bukan Tiga."

Siapa menduga, jika hidayah itu selalu datang kepada hamba pilihan. Seperti itulah yang terjadi kepada Yang Mei Siu alias Diana.

Gadis manis berdarah Tionghoa ini resmi menjadi mualaf 4 Juni lalu setelah mendengar suara azan tengah malam yang selalu terngiang di telinganya.

Padahal, gadis kelahiran Palembang, 26 Juli1996 ini sangat anti dan begitu benci dengan Islam.

Saat Sripo (grup tribunnews.com) menyusuri rumahnya di Jln RA Abusamah komplek Villa Sukajaya Indah KM 6,5 Palembang, dengan senyum sumringah Diana menyambut dan mempersilahkan masuk.

Aisha Canlas : "Sering Bertanya, Apakah Seorang Laki Laki itu Tuhan?" >> Mengajak Kristen Gunakan Akal Sehatnya..

Aisha Canlas, adalah penganut Katolik sebelum menjadi seorang Muslim. Kedua orang tuanya juga Katolik, namun ketika itu ia menjadi anggota perkumpulan gereja yang berbeda dengan gereja kedua orangtuanya.

Namun mereka sama-sama berdoa di depan gambar sosok laki-laki yang diyakini sebagai Tuhannya umat Kristiani.

Saat itu, Canlas sering bertanya, "benarkah ini wajah Tuhan ? Bagaimana sesorang bisa tahu seperti apa wajah Tuhan ? Apakah mereka sudah pernah bertemu dengan Tuhan?"

Di sisi lain, Canlas selalu merasa ketenangan dan kedamaian ketika mendengar suara adzan dari sebuah masjid di kota Manila, Filipina. “Saya selalu memejamkan mata dan merasakan ketenangan meskipun, saya tidak tahu makna kata-kata dalam adzan. Suara adzan seperti suara musik di hati saya,” tutur Canlas. Tapi saat itu, ia sama sekali belum terpikir untuk masuk Islam.

::: Masya Allah.. Kagum Dengan Akhlak Islam Memperlakukan Orang Tua, Josette Marie (92) Memeluk Islam.. >> Pengin Tahu Akhlak Islam Memperlakukan Orang Tua ? :::

Usia Josette Marie hampir seabad, tepatnya 92 tahun.

Namun, Allah telah menurunkan hidayah kepada perempuan sepuh warga Belgia itu, sehingga Josette Marie kini telah menjadi muslimah dan mengganti namanya menjadi Nour.

Bahkan, ia pun telah menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci. Nour diundang oleh sebuah lembaga dakwah Arab Saudi yang berada di daerah Dammam.

“Mengapa Ibu Memilih Islam?” Ibuku menjawab: “Bacalah Injil dari halaman ke halaman.” >> Untuk Umat Kristen.. Silahkan Dipraktekkan..

Kisah mencari kebenaran..
Kisah seorang mantan Katolik dari India..

KISAH saya bermula pada tahun 1979. Kisah dimana saya dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat religius. Sebelum memeluk agama Islam, keluarga kami menganut Ortodoks Katolik Roma.

Keluarga amat memahami dan secara aktif terlibat dalam urusan gereja. Kami punya pendeta, biarawati dan misionaris sebagai bagian dari keluarga kami.

Kakek saya merupakan pendiri gereja di Kerala, India. Keluarga saya berpegang kepada idealisme. Kami mencintai Pencipta kami walaupun telah menyimpang dari jalan benar, dan senantiasa berusaha untuk menjadi insan yang baik.


Silvy Remeus (Mantan Aktivis Katolik) : "Bingung.. Katolik Ada 46 Kitab PL, Protestan Ada 39 Kitab PL ! Manakah Firman Tuhan Yang Benar ?"

Mualaf Center Indonesia (MCI News) : Telah bersyahadat saudari kita bernama mbak Silvy Remeus (WNI keturunan Belanda mantan Katolik).

Beliau anak yatim yang masih memiliki ibu murtadin (ibunya mantan muslim) dan kakak yang membenci Islam yang rajin ke gereja, puasa, ikut paduan suara, ziarah ke gua-gua maria..

Perjalanan Panjang Craig Robertson Dari Atheis, Menjadi Kristen, Berakhir Ke Islam : "Al Qur'an Lebih Masuk Akal Daripada Al Kitab !"

Pada usia dua belas tahun Craig Robertson (Abdullah Al Kanadi) memutuskan menjadi seorang atheis dengan maksud untuk menghukum Tuhan.

NAMA saya Abdullah Al-Kanadi. Saya lahir di Vancouver, Kanada. Keluarga saya pemeluk Katolik Roma, demikian pula saya sampai berusia 12 tahun. Saya telah menjadi Muslim selama kurang lebih empat belas tahun.

Saat masa kanak-kanak, saya sekolah di satu sekolah Katolik. Saya diajarkan tentang iman Katolik, bersama dengan mata pelajaran lain. Pelajaran agama paling saya sukai, dan saya unggul secara akademis dalam ajaran Gereja.

Gene Netto : "Bingung Konsep Trinitas, Tuhan Menjadi Manusia Dan Manusia Itu Mati, Tetapi Tuhan Tidak Bisa Mati, Tetapi Manusia Itu Adalah Tuhan."

Nama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya.

Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam.

Masa kecil dan mencari tuhan

Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.

Abdullah Yousef (ARMY RAF) : "Aku Pilih Islam karena Dogma Katolik Tak Sesuai Fakta Sejarah."

ABU MUHAMMAD ABDULLAH YOUSEF, itulah nama yang dipilihnya setelah memeluk Agama Islam. Perjalanan mendapatkan hidayah bagi pria Inggris ini sangat unik, dia tertarik jadi mualaf setelah mempelajari Alquran untuk mencari kelemahan ajaran Islam. Seperti diceritakan Abu Muhammad Abdullah Yousef, berikut ini.

Namaku, Abu Muhammad Abdullah Yousef. Saya lahir di Inggris setelah Perang Dunia II. Setelah menyelesaikan tugas saya di Royal Air Force , saya meninggalkan Inggris pada tahun 1976 untuk bekerja di negara Muslim.

Keluarga saya adalah Katolik. Ayah saya, asalnya adalah seorang Methodist, ia masuk Katolik ketika menikah dengan ibuku. Kami dibesarkan dalam keluarga  agama yang ketat dan bahkan saya bisa paham saat Misa dalam bahasa Latin sebelum aku bisa membaca atau menulis dalam bahasa Inggris.

Ivan Bagus Yudhistira : “Bagaimana bisa seorang Tuhan menderita sengsara di salib? Bagaimana bisa Tuhan dibunuh?”

Ketika masa pra-paskah tahun 2008, saat saya dan teman-teman sedang berkumpul, secara tiba-tiba ada salah seorang teman saya yg bertanya pada saya. “Bagaimana bisa seorang Tuhan menderita sengsara di salib? Bagaimana bisa Tuhan dibunuh?” Mendengar pertanyaan itu saya mendadak emosi.

Lalu teman saya itu mengambil Kitab Suci Al-Qur’an, dia menceritakan tentang kisah Isa Almasih menurut Islam. Nama Isa Almasih/Yesus Kristus dan Maria/Maryam ternyata juga ada dan dimuliakan dalam Islam.

Teman saya membacakan ayat tentang kisah penyaliban Isa, menurut Al-Qur’an Isa tidak disalib, melainkan Isa diselamatkan oleh Allah. Kisah Isa yg diceritakan teman saya ini membuat saya marah.

Tidak sampai disini saja, keesokan harinya saya kembali menemui teman saya yg beragama Islam itu, kali ini saya membawa Al-Kitab.

Mustafa Davis (Fotografer & Sutradara AS): "Ajaran Bahwa Tuhan Punya Anak Lelaki, Sungguh Tidak Masuk Akal !"

Pertemuan Mustafa Davis dengan Usama Canon sepertinya bukan sebuah “kebetulan” semata. Karena dari pertemuan yang serba kebetulan itu, mengantar Mustafa menjadi seorang muslim. Sekarang, 15 tahun sudah Davis menjadi muslim dan peristiwa “kebetulan” tak pernah ia lupakan.

Davis secara tak sengaja bertegur sapa dengan Usama lima belas tahun yang lalu, saat sedang menuju ke tempat kuliahnya. Usama mengomentari t-shirt yang dikenakan Davis dan menyalaminya.

::: Musa Cerantonio : Kristen Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan tapi Islam Menjawab Semua Pertanyaanku :::

Dulu, tahun 2000, Musa Cerantonio, penganut Katolik taat asal Australia, mendatangi Vatikan sebagai kiblat Kristen Katolik di dunia karena sebagai wujud keyakinan dan kecintaan pada agamanya.

Tapi sekarang, Musa Cerantonio mendatangi Vatikan lagi bukan wujud kecintaannya pada Katolik .Tapi hanya untuk mengibarkan bendera bertuliskan kalimat tauhid La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah tepat ditengah di lapangan Santo Petrus Vatikan. Dia telah menjadi mualaf.

Kathryn Bouchard : "Bingung Konsep Trinitas : Jika Yesus Minta Pertolongan Pada Tuhan, Lalu Bagaimana Yesus Bisa Jadi Tuhan ?."

Kathryn Bouchard dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang moderat. Kedua orangtuanya adalah guru sekolah Katolik. Hubungan antar keluarga mereka terbilang akrab satu sama lain. Kathryn yang asal Kanada menghabiskan masa remajanya di London dan Ontario.

Seperti penganut Katolik lainnya, ia pergi ke gereja setiap hari minggu, sekolah di sekolah Katolik hingga ke jenjang universitas. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario.

Yusuf Burke (Pakar Teknisi AS) : "2 Hal Yang Membuatnya Masuk Islam Yaitu Islam Agama Yang Logis & Persaudaraan Islam Universal."

Dibesarkan di New York, Yusuf Burke menjalani hidupnya sebagai seorang Katolik. Ia pun mengenyam pendidikan Katolik dari sekolah hingga universitas.

Yusuf Burke mengenal sedikit tentang Islam karena ayahnya yang sering pergi ke Malaysia memiliki sejumlah teman Muslim. Namun, Yusuf menjadi tahu banyak tentang Islam dan mantap untuk bersyahadat setelah tinggal di Indonesia.

Mengapa Yusuf Burke masuk Islam ? Ternyata ada dua hal yang mengantarkan pakar teknik AS itu merengkuh hidayah. Pertama adalah sifat Islam yang logis. Kedua, persaudaraan sesama Muslim.

Dr. Murad Hoffmann (Mantan Diplomat Jerman) : "Ada Tiga Hal yang Membuat Saya Masuk Islam."

Di kalangan cendikiawan Muslim nama Dr Murad Hoffmann bukan nama yang asing lagi.

Mantan dubes Jerman yang pernah bertugas di Al-Jazair dan Maroko ini bukan hanya terkenal karena ia adalah seorang mualaf tapi juga karena buah pikirannya tentang Islam yang dituangkan dalam buku-buku yang sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Diantara buku-bukunya yang terkenal adalah “Diary of A German Muslim” dan “Journey to Islam” yang menceritakan bagaimana Hoffmann yang berasal dari keluarga Katolik memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More